<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ingot's Weblog</title>
	<atom:link href="http://kedelai.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kedelai.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Perjalanan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jan 2008 02:59:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kedelai.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ingot's Weblog</title>
		<link>http://kedelai.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kedelai.wordpress.com/osd.xml" title="Ingot&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kedelai.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Soto Tauco Pedas ala Putri</title>
		<link>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/22/soto-tauco-pedas-ala-putri/</link>
		<comments>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/22/soto-tauco-pedas-ala-putri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 02:59:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>karinrizky</dc:creator>
				<category><![CDATA[KULINER]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kedelai.wordpress.com/2008/01/22/soto-tauco-pedas-ala-putri/</guid>
		<description><![CDATA[catatan INGOT SIMANGUNSONG Untuk edisi 22 Januari 2008, Putri Ayu Heny Lestari (24 tahun) mahasiswi FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, mengisi ruang KULINER. Sesuai janji, kami sudah tiba di rumahnya di Jalan Suluh No 102, Kelurahan Sidorejo, Medan. Ternyata, Putri sudah menyiapkan bahan-bahan yang akan dipraktikkannya untuk memasak. “Saya akan memasak menu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=29&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>catatan</strong><br />
<em>INGOT SIMANGUNSONG</em></p>
<p><a href='http://kedelai.wordpress.com/2008/01/22/soto-tauco-pedas-ala-putri/dapur/' rel='attachment wp-att-30' title='dapur'><img src='http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/21-sept-daenk-dapur-global-1.jpg?w=450' alt='dapur' /></a></p>
<p>Untuk edisi 22 Januari 2008, Putri Ayu Heny Lestari (24 tahun) mahasiswi FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, mengisi ruang KULINER. Sesuai janji,  kami sudah tiba di rumahnya di Jalan Suluh No 102, Kelurahan Sidorejo, Medan. Ternyata, Putri sudah menyiapkan bahan-bahan yang akan dipraktikkannya untuk memasak. “Saya akan memasak menu yang gampang-gampang saja. Cocok untuk dinikmati anak-anak kost-an dan bisa dipraktikkan sebagai selingan. Menunya, soto tauco pedas,” ungkap Putri.</p>
<p>Bagi Putri, memeraktikkan masak-memasak untuk “Ingot’s Weblog” merupakan satu penghargaan. “Terimakasi, saya diberikan kesempatan untuk memeraktikkan kemampuan memasak,” katanya. </p>
<p>Menurutnya, kemampuan memasak ia pelajari dari mamanya dan setelah menekuni hal tersebut, ia merasa memasak bukanlah pekerjaan merepotkan. Sebagai seorang mahasiswi, memasak wajib dijadikan hobi. Ia juga mengaku, merasa perlu meningkatkan kemampuan memasaknya. Menurutnya, belajar mengetahui lebih banyak tentang menu makanan, sangat perlu untuk dirinya sendiri maupun keluarga. “Dengan banyak mempelajari dan menguasai menu makanan, saya dapat merasakan manfaat yang demikian besar, ” katanya.</p>
<p>Menurutnya, menu “soto tauco pedas” dipilih karena mencari bahannya tidak susah. Kemudian memasaknya pun tidak lama. “Sangat sederhana dan cepat saji,’ jelasnya.</p>
<p>Putri menjelaskan di samping cepat membuatnya, gizinya juga memuaskan, karena ada kandungan daging dan kacang. </p>
<p>Putri menunjukkan 500 gram daging giling, 2 lembar daun salam, 3 batang serai yang sudah dimemarkan, 2 cm lengkuas yang juga dimemarkan, 2 tangkai daun seledri, yang sudah dipotong-potong, 2 batang daun bawang yang juga dipotong-potong, 4 sdm minyak goreng dan 2.000 ml air.</p>
<p>Selanjutnya, ia jelaskan tentang bahan untuk bumbu yang harus dihaluskan di antaranya 8 butir bawang merah, 2 sdt ketumbar, 1 sdt merica, 1½ sdm garam, 5 buah cabai merah, 2 siung bawang putih, 2 sdm tauco, 1 sdt gula pasir dan 50 gram kacang tanah goreng. Kemudian sebagai bahan pelengkap, 100 gram soun, direndam 250 gram kentang rebus yang digoreng lalu diiris tipis, dan 5 sendok makan bawang goreng</p>
<p>Setelah menunjukkan bahan-bahan, Putri merebus daging, daun salam, serai dan lengkuas. “Daging direbus sampai lunak. Kemudian, tumis bumbu yang sudah dihalus sampai matang. Setelah itu tuang ke dalam rebusan daging,” katanya.</p>
<p>Langkah selanjut, ia mengatakan setelah bumbu meresap, dimasukkan daun seledri dan daun bawang. “Didihkan sambil diaduk. Seterusnya, tata semua pelengkap di mangkuk, dan siram dengan kuah daging yang panas. Selesai dan siap untuk disajikan,” katanya.</p>
<p><strong>Soto Tauco Pedas</strong></p>
<p><a href='http://kedelai.wordpress.com/2008/01/22/soto-tauco-pedas-ala-putri/dapurin/' rel='attachment wp-att-31' title='dapurin'><img src='http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/21-sept-daenk-dapur-global-1j.jpg?w=450' alt='dapurin' /></a></p>
<p><strong>Bahan-bahan:</strong><br />
-	500 gram daging giling<br />
-	2 lembar daun salam<br />
-	3 batang serai, dimemarkan<br />
-	2 cm lengkuas, dimemarkan<br />
-	2 tangkai daun seledri, dipotong-potong<br />
-	2 batang daun bawang, dipotong-potong<br />
-	4 sdm minyak goreng<br />
-	2.000 ml air</p>
<p><strong>Bumbu Halus:</strong><br />
-	8 butir bawang merah<br />
-	2 sdt ketumbar<br />
-	1 sdt merica<br />
-	1½ sdm garam<br />
-	5 buah cabai merah<br />
-	2 siung bawang putih<br />
-	2 sdm tauco<br />
-	1 sdt gula pasir<br />
-	50 gram kacang tanah goreng</p>
<p><strong>Pelengkap:</strong><br />
-	100 gram soun, direndam<br />
-	250 gram kentang rebus, digoreng lalu diiris tipis<br />
-	5 sdm bawang goreng.</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong><br />
-	Rebus daging, daun salam, serai dan lengkuas sampai daging lunak.<br />
-	Tumis bumbu yang sudah dihalus sampai matang. Kemudian tuang ke dalam rebusan daging.<br />
-	Setelah bumbu meresap, masukkan daun seledri dan daun bawang. Selanjutnya didihkan sambil diaduk.<br />
-	Seterusnya, tata semua pelengkap di mangkuk, siram dengan kuah daging yang panas dan siap disajikan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kedelai.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kedelai.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kedelai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kedelai.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kedelai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kedelai.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kedelai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kedelai.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kedelai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kedelai.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kedelai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kedelai.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kedelai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kedelai.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kedelai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kedelai.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=29&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/22/soto-tauco-pedas-ala-putri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25bc10526878dbe18c5041214f21120d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">karinrizky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/21-sept-daenk-dapur-global-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dapur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/21-sept-daenk-dapur-global-1j.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dapurin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KELUARGAKU TERCINTA</title>
		<link>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/keluargaku-tercinta/</link>
		<comments>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/keluargaku-tercinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 10:35:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>karinrizky</dc:creator>
				<category><![CDATA[TENTANG SAYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/keluargaku-tercinta/</guid>
		<description><![CDATA[SI BUNGSU Namanya Afthar Rizky. Ia dilahirkan pada 21 Mei 2006. Saya bersama istri (Dwi Suprianty) dan kedua kakaknya (Putri Ayu Heni Lestari dan Karin Afthari), memanggilnya Eki. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ketika ia muncul ke dunia yang fana ini, kami menyambutnya dengan rasa gembira, bahagia dan syukur yang demikian dalam. Bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=27&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SI BUNGSU</p>
<p><a href="http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/keluargaku-tercinta/eki/" rel="attachment wp-att-26" title="eki"><img src="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/img_9110.jpg?w=450" alt="eki" /></a></p>
<p>Namanya <b>Afthar Rizky</b>. Ia dilahirkan pada 21 Mei 2006. Saya bersama istri (Dwi Suprianty) dan kedua kakaknya (Putri Ayu Heni Lestari dan Karin Afthari), memanggilnya Eki. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.</p>
<p>Ketika ia muncul ke dunia yang fana ini, kami menyambutnya dengan rasa gembira, bahagia dan syukur yang demikian dalam. Bagaimana tidak? Ia merupakan sosok yang senantiasa diimpi-impikan sebagai penerus keturunan marga <strong>Simangunsong</strong> <em>(muslim)</em>.</p>
<p><a href="http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/keluargaku-tercinta/ekiki/" rel="attachment wp-att-28" title="ekiki"><img src="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/img_0017.jpg?w=450" alt="ekiki" /></a></p>
<p>Harapan kami, semoga Eki menjadi anak yang soleh, pintar, bijaksana serta dilimpahi Allah Swt rezeki kekayaan harta dan iman. Amin!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kedelai.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kedelai.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kedelai.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kedelai.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kedelai.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kedelai.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kedelai.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kedelai.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kedelai.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kedelai.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kedelai.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kedelai.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kedelai.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kedelai.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kedelai.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kedelai.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=27&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/keluargaku-tercinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25bc10526878dbe18c5041214f21120d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">karinrizky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/img_9110.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">eki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/img_0017.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ekiki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Drs Eddie Kusuma SH MHum: &#8220;Saya Tidak Inginkan Perbedaan&#8221;</title>
		<link>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/drs-eddie-kusuma-sh-mhum-saya-tidak-inginkan-perbedaan/</link>
		<comments>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/drs-eddie-kusuma-sh-mhum-saya-tidak-inginkan-perbedaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 09:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>karinrizky</dc:creator>
				<category><![CDATA[SOSOK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/drs-eddie-kusuma-sh-mhum-saya-tidak-inginkan-perbedaan/</guid>
		<description><![CDATA[catatan INGOT SIMANGUNSONG Sebagai manusia biasa saya akan merasa berguna jika diri saya bermanfaat bagi orang lain. Bukan diri saya bermanfaat untuk diri saya sendiri. Orientasi hidup saya, berbuat kebaikan untuk semua orang tanpa memandang adanya perbedaan. Hal ini diungkapkan Drs Eddie Kusuma SH, suami Ng Suryani ST dan ayah dari Indra T Kusuma (mahasiswa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=24&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>catatan</strong><br />
<em>INGOT SIMANGUNSONG</em></p>
<p><a href='http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/drs-eddie-kusuma-sh-mhum-saya-tidak-inginkan-perbedaan/kusuma/' rel='attachment wp-att-25' title='kusuma'><img src='http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/26-april-daenk-edi-kusuma-1.jpg?w=450' alt='kusuma' /></a></p>
<p>Sebagai manusia biasa saya akan merasa berguna jika diri saya bermanfaat bagi orang lain. Bukan diri saya bermanfaat untuk diri saya sendiri. Orientasi hidup saya, berbuat kebaikan untuk semua orang tanpa memandang adanya perbedaan. Hal ini diungkapkan Drs Eddie Kusuma SH, suami Ng Suryani ST dan ayah dari Indra T Kusuma (mahasiswa Universitas Indonesia), Sandra P Kusuma (SMA), Vera C Kusuma (SMA) dan Clara P Kusuma (TK) ini kepada saya saat wawancara di Danau Toba International Hotel Medan.</p>
<p><strong>Bagaimana Anda memenej hal tersebut dalam perjalanan hidup Anda?</strong></p>
<p>Kalau kita masih memiliki rasa ego yang demikian dominan dalam diri kita, menjadi bermanfaat bagi orang lain tanpa memandang adanya perbedaan, tidak akan dapat dijalankan. Kita memang harus berbuat untuk orang lain, tanpa membedakan suku, agama dan kebudayaan. Kalau kita bisa diterima orang lain, itulah sebuah keberhasilan. Keberhasilan itulah sebuah kepuasan.</p>
<p><strong>Tapi, sebagai manusia biasa, untuk menekan rasa ego dalam diri sendiri bukanlah pekerjaan gampang. Bagaimana Anda melakukannya?</strong></p>
<p>Itulah yang saya katakan, kesadaran. Kalau kita sadari, bahwa sebagai manusia kita tidak mungkin hidup sendirian, otomatis ego itu akan hilang. Manusia itu tidak bisa berdiri sendiri, walau pun ada pandangan yang mengatakan harus berdiri sendiri. Namun, kita jangan salah mengartikannya, karena berdiri sendiri itu dalam pengertian, membangun satu sifat kemandirian tapi bukan berarti kita hidup sendiri.</p>
<p>Manusia sejak lahir sudah harus dibantu, sampai mati pun harus dibantu. Perbedaannya, ketika kita lahir, kita menangis dan ketika kita meninggal orang yang menangis. Jadi, manusia itu harus ada saling keterikatan. Makanya, orang-orang di sekeliling saya, kadangkala merasa heran karena saya banyak memberikan perhatian pada kepentingan orang banyak. </p>
<p><strong>Ada yang protes Anda melakukan hal ini?</strong></p>
<p>Ada dan banyak. Termasuk dari keluarga sendiri.</p>
<p><strong>Bagaimana Anda mengatasi hal ini?</strong></p>
<p>Ya, kita harus memberikan pemahaman kepada keluarga, baik itu istri, anak-anak maupun saudara-saudara saya, tentang filosofi hidup saya. Terus terang, fakta yang kita lihat sekarang, rasa kebersamaan itu sudah semakin berkurang dan kebanyakan orang hanya memikirkan diri sendiri.</p>
<p><strong>Apa yang menyebabkan hal itu?</strong></p>
<p>Ini akibat gejala sosial, di antaranya masyarakat kita lebih banyak mementingkan diri sendiri atau kelompok. Kalau kita ikuti juga pola hidup seperti ini, mau jadi apa bangsa ini. </p>
<p><strong>Apa banyak “orang-orang” seperti Anda?</strong></p>
<p>Saya kira banyak, tapi jumlahnya tidak sebanding dengan masyarakat yang lebih mementingkan diri sendiri. Kita harus mengakui, nilai-nilai sosial di lingkungan kita tumbuhnya memang semakin memprihatinkan. Lihat saja bagaimana para politikus kita lebih mementingkan kepentingan kelompok partai politiknya. </p>
<p><strong>Jadi, apa yang harus kita lakukan menyikapi hal ini?</strong></p>
<p>Ya, kita perlu kembali mendalami rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Ini yang harus kita tumbuh kembangkan dan bangkitkan. Maka, saya menulis buku berjudul “Membangun Keutuhan Bangsa”. </p>
<p>Satu pilar yang saya tawarkan dalam tulisan saya itu, adalah “keyakinan kita terhadap Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa, harus betul-betul dipahami oleh masyarakat Indonesia, sehingga NKRI benar-benar utuh.”</p>
<p><strong>Menurut Anda, masih relevankah program Penyuluhan, Pengamatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dihidupkan kembali?</strong></p>
<p>Institusi P4, pengamalan Pancasila sangat perlu. Hanya saja, prilaku oknum-oknumnya yang tidak benar. Tapi, dilihat konsepsinya Pancasila sebagai dasar negara, harus benar-benar dipahami seluruh rakyat Indonesia, karena inilah satu-satunya alat pemersatu bangsa. </p>
<p>Namun, kalau ini dijadikan sebuah persyaratan, menjadi sangat formil, tidak sependapat dan terlalu mengada-ada. Soal keyakinan adalah masalah pribadi masing-masing. Jadi, P4 jangan main tunjuk. Saya lebih cenderung, institusi P4 itu memproduksi masyarakat yang memahami Pancasila karena kesadaran sendiri. Kalau karena kesadaran sendiri untuk mendapatkan pemahaman, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang kuat.</p>
<p><strong>Sejak kapan Anda mengembangkan pandangan hidup?</strong></p>
<p>Saat usia saya remaja, saya sudah memahami pentingnya sebuah pandangan hidup ke depan. Saya besar di Medan. SMA di Tri Bukit. Saya sangat peduli dengan dengan lingkungan saya.</p>
<p><strong>Bentuk kepedulian seperti apa yang Anda lakukan di usia remaja?</strong></p>
<p>Saya aktif di pramuka, hidup bersahaja, disiplin, dan taqwa. Usia 18 tahun saya sudah menjadi pembina pramuka. Melalui wadah ini, saya dapat melakukan kepedulian terhadap siapa saja tanpa memandang adanya perbedaan. Saya justru menjadi pembina pramuka bukan di lingkungan sekolah Tionghoa. Saya menjadi pembina di lingkungan berbagai etnis. Dalam lingkungan inilah saya membangun rasa kebersamaan tanpa adanya perbedaan.</p>
<p><em>(Pramuka binaannya di Gugus Depan 043 Kelurahan Pandahulu I dengan jumlah pasukan mencapai ratusan orang. Banyak pramuka binaannya di Medan.)</em></p>
<p><strong>Andakan etnis Tionghoa dengan warna kulit putih halus, kenapa tertarik dengan pramuka yang kesannya banyak mengeluarkan energi dan berada di bawah terik matahari?</strong></p>
<p>Kenapa harus demikian, mungkin lingkungan yang mengharuskan saya demikian. Sejak dulu saya memang tidak menginginkan adanya perbedaan dan kalau pun saya dibeda-bedakan, saya tidak mau. Saya ngotot. Kalau ada yang mengatakan, lu Cina, saya tidak terima. Apa saya menjadi seorang Cina itu karena kemauan saya. Memang kodratnya sudah begitu. Makanya, teman-teman saya, memahami betul semangat dan jiwa saya dan rasa “nasionalisme” saya tinggi. Ketika Tri Bukit dijadikan sebagai sekolah asimilasi, saya tidak merasa gentar bergabung dengan saudara-saudara saya yang kulitnya berbeda dengan saya. Malah saya menjadi Ketua OSIS. </p>
<p><strong>Makna reformasi bagi Anda?</strong></p>
<p>Saya sangat menghargai reformasi, karena sebelum reformasi ini terjadi, 20 tahun lalu saya sudah mereformasi diri saya sendiri. </p>
<p><strong>Bagaimana Anda memberikan pemahaman kepada keluarga tentang pendirian Anda sendiri?</strong></p>
<p>Saya selalu mengajak keluarga untuk lebih memahami keadaan. Putra saya yang kuliah di Universitas Indonesia, saya haruskan untuk kos dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Kalau mau jadi orang, anak saya harus mengetahui dan memahami lingkungannya. Tidak boleh hidup istimewa dan harus bersatu dengan yang lainnya sebagai putra-putri Indonesia. </p>
<p><strong>Anak Anda bisa menerima hal tersebut?</strong></p>
<p>Mau tidak mau, karena dia juga melihat bagaimana bapaknya beradaptasi dengan lingkungan. </p>
<p><strong>Putra Anda sudah mengikuti jejak Anda?</strong></p>
<p>Saya lihat sudah mulai ke arah sana. Dia mampu dan lebih bagus dari saya, ketika saya seusia dengannya. Jelas, karena ketika saya seusia dengannya, saya masih dibeda-bedakan. Sekarang, dia tidak dibeda-bedakan, jadi lebih baik dan inilah buah dari reformasi. </p>
<p><strong>Ada perbedaan nilai juang?</strong></p>
<p>Nilai juang jelas ada perbedaannya, karena harus kita sadari hidup dan kehidupan. Kalau dulu hidup gampang, kehidupan sangat susah. Sekarang, hidup susah kehidupan yang gampang.</p>
<p><strong>Menjaga keharmonisan keluarga seperti apa Anda lakukan?</strong></p>
<p>Saya termasuk orang yang cukup sibuk di luar, namun yang paling penting dibangun adalah komunikasi. Setiap niat yang baik, pasti keluarga akan bisa menerimanya dengan baik juga.</p>
<p><em>(Tahun 2006, Eddy Kusuma mengkonsentrasikan diri untuk menulis buku. Sejak kecil ia memang sudah berbakat menulis. Ketika ia mengambil S2 dan S3, semakin meningkat intensitasnya menulis apa saja.)</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kedelai.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kedelai.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kedelai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kedelai.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kedelai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kedelai.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kedelai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kedelai.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kedelai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kedelai.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kedelai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kedelai.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kedelai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kedelai.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kedelai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kedelai.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=24&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/drs-eddie-kusuma-sh-mhum-saya-tidak-inginkan-perbedaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25bc10526878dbe18c5041214f21120d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">karinrizky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/26-april-daenk-edi-kusuma-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kusuma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hj Sri Sulityawati SH MSi PhD: “Semakin Berisi, Semakin Runduk”</title>
		<link>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/hj-sri-sulityawati-sh-msi-phd-%e2%80%9csemakin-berisi-semakin-runduk%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/hj-sri-sulityawati-sh-msi-phd-%e2%80%9csemakin-berisi-semakin-runduk%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 09:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>karinrizky</dc:creator>
				<category><![CDATA[WANITA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/hj-sri-sulityawati-sh-msi-phd-%e2%80%9csemakin-berisi-semakin-runduk%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[catatan INGOT SIMANGUNSONG Hj Sri Sulityawati SH MSi PhD (48 tahun), pernah terpilih mewakili Indonesia dalam pertemuan “The 3rd World Women University President Forum” di Beijing, RRC. Kegiatan tersebut diikuti 200 rektor perempuan dari 54 negara di dunia. Sebagai Rektor UMN Al-Washliyah, ia sudah melakukan “gebrakan” demikian signifikan, jumlah mahasiswa dari 300-400 orang, melejit ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=22&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>catatan</b><br />
<i>INGOT SIMANGUNSONG</i></p>
<p><a href="http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/hj-sri-sulityawati-sh-msi-phd-%e2%80%9csemakin-berisi-semakin-runduk%e2%80%9d/wanita/" rel="attachment wp-att-23" title="wanita"><img src="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/9-nov-daenk-wanita-1c.jpg?w=450" alt="wanita" /></a></p>
<p><b>Hj Sri Sulityawati SH MSi PhD (48 tahun)</b>, pernah terpilih mewakili Indonesia dalam pertemuan “The 3rd World Women University President Forum” di Beijing, RRC. Kegiatan tersebut diikuti 200 rektor perempuan dari 54 negara di dunia. Sebagai Rektor UMN Al-Washliyah, ia sudah melakukan “gebrakan” demikian signifikan, jumlah mahasiswa dari 300-400 orang, melejit ke angka 2.000 orang. Ia tinggalkan dunia lawyer, dan menekuni dunia pendidikan. <i>“Saya jalani dengan keikhlasan. Saya tidak pernah dengki sama orang lain. Saya berprinsip, rezeki orang itu, rezeki mereka,” kata Sri yang memiliki motto “Semakin Berisi, Semakin Runduk” ini.</i></p>
<p><b>Apa yang mendorong Anda, demikian menekuni bidang pendidikan?</b></p>
<p>Sebenarnya, cita-cita awal saya, tidak terfokus pada bidang pendidikan. Setelah saya lihat dan perhatikan, bagaimana orangtua saya memperjuangkan anak-anaknya harus mengecam pendidikan dan harus jadi sarjana, saya menyadari betapa sulitnya orangtua membangkitkan anak-anaknya untuk memahami keinginan orangtua bahwa pendidikan itu merupakan investasi di masa depan. Pada saat saya sudah sarjana, cerminan orangtua saya yang selama ini mendidik saya, justru memotivasi saya untuk kepingin menjadi dosen.</p>
<p>Saya itu tadinya lawyer, pengacara. Namun, setelah saya padukan antara lawyer dengan pendidikan, nilai-nilai pendidikan jauh berbeda, dan jiwa saya berontak dengan keadaan saya saat jadi pengacara. Di dunia pendidikan ini, ada tercermin nilai-nilai idealis. Nilai-nilai itulah yang lebih banyak mendorong saya untuk lebih menukuni dunia pendidikan.</p>
<p>Kalau dilihat dari sisi materi, memang jauh dibandingkan dengan yang saya dapat dari dunia lawyer. Tapi, nilai idealisnya tertanam di dunia pendidikan. Akhirnya, saya putuskan untuk memasuki dunia pendidikan, dan lawyer saya tinggalkan.</p>
<p><i>(Tahun 1987, Sri yang lulusan Fakultas Hukum UISU Medan ini, diangkat sebagai dosen Kopertis Wilayah I Sumut-NAD dan dipekerjakan di Fakultas Hukum UISU hingga tahun 1997. Kemudian, tahun 1997-2002), ia dipercayakan sebagai Dekan Fakultas Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah. Selanjutnya, Sri yang menyelesaikan S-3 Fakultas Antropologi Sosiologi University Malaya Malaysia ini, tahun 2000-2003 diangkat menjadi Pembantu Rektor II di UMN dan tahun 2003 hingga sekarang, sebagai Rektor UMN.)</i></p>
<p><b>Kenapa harus memilih jadi dosen?</b></p>
<p>Ternyata, setelah melalui proses tersebut, saya merasa dunia pendidikan ini cukup unik. Artinya, mendidik manusia untuk berkualitas, untuk inves ke depan, calon pemimpin, merupakan sesuatu yang tidak mudah dan itu tantangan. Untuk mencapai hal tersebut, saya harus idealis dulu, harus bersih dulu. Makanya, cerminan keinginan kedua orangtua saya yang selalu mendidik saya harus ikhlas, menghargai sesama, rendah hati, dan jangan sombong, justru saya dapat di dunia pendidikan. Inilah yang mendalami saya untuk menekuni pendidikan melalui perguruan tinggi, diawali sebagai dosen.</p>
<p><b>Tantangan apa yang Anda rasakan, saat Anda beralih dari lawyer ke dunia pendidikan?</b></p>
<p>Tidak ada. Saya tidak mendapatkan tantangan apa-apa, karena waktu saya lawyer saya sudah jadi dosen. Proses peralihannya, hanya dari sisi materi saja, di mana saya tidak mendapatkan materi seperti saat jadi lawyer. Tetapi, saya sudah merasa cukup secara materi. Ini sudah merupakan panggilan, jadi tidak ada tantangan yang harus saya hadapi.</p>
<p><b>Persiapan yang Anda lakukan dalam peralihan tersebut?</b></p>
<p>Tidak ada. Persiapan saya ya melalu proses tadi, saat pengacara, saya sudah jadi dosen. Jadi, ilmu praktik yang saya terapkan dengan teori, menjadi suatu hal yang idealis. Ini yang menjadi satu nilai lebih bagi saya. Bagi saya, tidak ada tantangan yang demikian spesifik ketika menjadi pendidik.</p>
<p><b>Apa kenikmatan yang Anda rasakan setelah menekuni dunia pendidikan?</b><b></b></p>
<p>Saya merasa enjoy, dan saya merasa muda terus, karena saya ketemu terus dengan mahasiswa. Saya sangat dekat sekali dengan dosen, mahasiswa. Saya menjalani konsep keterbukaan, karena dunia pendidikan ini harus dimenej dengan keterbukaan. Nggak bisa sistem birokrasi diterapkan di dunia pendidikan, tidak bisa. Kalau saya terapkan sistem birokrasi, dosen-dosen saya tidak akan terbuka. Rektor itukan hanya jabatan sementara. Justru saat sebagai rektor, saya ingin berbuat baik, dan berbuat banyak kepada orang lain. Saya harus dekat dengan staf saya, karena mereka yang tahu kondisi. Kalau mereka tidak saya sampaikan sama saya, saya mana tahu kondisi.</p>
<p><b>Untuk menerapkan manejemen keterbukaan inikan, bukan pekerjaan gampang?</b></p>
<p>Oh ya. Tapi, dunia pendidikan memerlukan “keikhlasan”. Kalau seorang pimpinan di perguruan tinggi mencari materi, jangan diharap. Karena nilai sebuah perguruan tinggi itu, nilai sosialnya lebih tinggi. Jadi, nilai “ikhlas” dan kebersamaan, itu harus nomor satu.</p>
<p><b>Keikhlasan harus ada pengorbanan?</b></p>
<p>Betul. Itu jelas. Artinya begini, siapa sih yang tidak membutuhkan materi. Tetapi, jangan materi itu jangan dijadikan hal utama, karena misi dunia pendidikan itu sudah jelas, misi sosial bukan bisnis. Salah kalau dunia pendidikan itu dijadikan bisnis.</p>
<p><b>Ketika hal tersebut Anda sampaikan kepada para dosen, bagaimana mereka menanggapinya?</b></p>
<p>Pertama memang agak susah. Namun, saya sebagai pimpinan harus memulai. Mereka akan lebih risih akhirnya. Pimpinan saya saja seperti itu, kok saya mau berlagak. Pimpinan saya saja tidak berhitung soal duit, kok saya begitu. Akhirnya, “keikhlasan” dan kebersamaan itu bisa diterima. Hasilnya, perkembangan UMN cukup melejit. Jumlah mahasiswanya yang biasa 300-400 orang, tahun ini menjadi 2.000 orang. Dulu, UMN tidak diperhitungkan, namun tiga tahun terakhir kemajuannya sangat menggembirakan.</p>
<p><i>(Ia mengaku sangat beruntung karena orangtuanya memberikan nama Sri, yang artinya Dewi Padi. “Artinya, orangtua saya menginginkan anaknya kalau sudah menjadi orang besar, merunduk layaknya padi, merendahkan diri. Mesti pun berilmu, ilmu itu dinikmati orang banyak. Padikan dinikmati orang banyak. Beruntung saya mendapatkan nama ini, dan saya implementasikan sudah cukup lama,” kata putri pasangan almarhum Panidi dan almarhumah Lasmiyati ini.)</i></p>
<p><b>Pola apa yang Anda lakukan untuk memperkenalkan UMN ke dunia luar?</b></p>
<p>Yang pertama, saya siapkan dulu di internal UMN. Ketika saya menjadi rektor, 16 program bidang studi, baru satu yang terakreditasi. Saya berpikir, kalau UMN mau maju, semua bidang harus terakreditasi. Dalam tempo setahun, ke-16 bidang studi sudah terakreditasikan.</p>
<p>Yang kedua, saya berpikir, apa sih yang diperlukan mahasiswa. Ya, sarana dan prasana. Dulu, 95% bidang studi farmasi bergantung pada USU. Saya cari bantuan ke mana-mana, sekarang berbalik, 95% sudah memiliki alat sendiri. Saya lengkapi dulu, semua sarana dan prasana kampus. Setelah itu, mahasiswa kan market kami. Kalau program UMN sudah bagus, kan terjalin trust yang ada di masyarakat. Uang yang ada, kami putar untuk kepentingan mahasiswa.</p>
<p>Setelah itu, saya menjalin network, dengan Malaysia, Beijing dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ini saya mau diundang ke Jepang. Kemudian, kalau ada bantuan dari mana pun, benar-benar kami pergunakan untuk dinikmati mahasiswa. Uang kuliah di sini murah, Rp 2 juta dan bayar lima kali. Kita memang niatnya membantu masyarakat. Nah, trust masyarakat semakin percaya.</p>
<p><b>Anda merasa capek mengemban tugas ini?</b></p>
<p>Capek memang. Tapi, saya lihat dari nilai ibadahnya. Kalau kita bekerja dengan nilai ibadah, rasa capek itu akan hilang. Semoga seorang muslim, saya salat tahajud agar Allah Swt memberikan kekuatan. Saya menjadi senang dan merasa happy.</p>
<p><b>Bagaimana peranan keluarga mendukung Anda?</b></p>
<p>Alhamdulillah anak saya hanya satu, seorang putra dan suami saya sangat mendukung. Sebelum jadi rektor, saya tanya suami saya. Diizinkan apa tidak. Setuju, dan diminta untuk maju.</p>
<p><i>(Suami Sri, Ir Suardi Santoso saat ini bekerja di Riau dan anaknya Bagoes Arthiko kuliah semester VIII di STIE Harapan. “Alhamdulillah, keluarga saya sangat mendukung,” kata wanita yang hobi basket, voly, tenis meja dan badminton ini.)</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kedelai.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kedelai.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kedelai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kedelai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kedelai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kedelai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kedelai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kedelai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kedelai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kedelai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kedelai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kedelai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kedelai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kedelai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kedelai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kedelai.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=22&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/hj-sri-sulityawati-sh-msi-phd-%e2%80%9csemakin-berisi-semakin-runduk%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25bc10526878dbe18c5041214f21120d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">karinrizky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/9-nov-daenk-wanita-1c.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wanita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>21 Buck$: Februari Launching Album</title>
		<link>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/21-buck-februari-launching-album-2/</link>
		<comments>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/21-buck-februari-launching-album-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 03:10:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>karinrizky</dc:creator>
				<category><![CDATA[MUSIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/21-buck-februari-launching-album-2/</guid>
		<description><![CDATA[by Tri Yuwono Awal tahun 2008, akan menjadi tahun yang cukup membahagiakan bagi 21 Buck$. Pasalnya, bulan Februari nanti, 21 Buck$ akan meluncurkan album terbaru bertajuk “Ada dan Tiada”. Menuru Irwan Risdianto, personel 21 Buck$, album yang berisi belasan lagu ini adalah album perdana bagi mereka. “Lagu-lagunya hasil ciptaan saya semua, dan saya sendiri yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=19&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by<br />
<em>Tri Yuwono</em></p>
<p><a href='http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/21-buck-februari-launching-album-2/musik-2/' rel='attachment wp-att-20' title='musik'><img src='http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/21buck-1.jpg?w=450' alt='musik' /></a></p>
<p>Awal tahun 2008, akan menjadi tahun yang cukup membahagiakan bagi 21 Buck$. Pasalnya, bulan Februari nanti, 21 Buck$ akan meluncurkan album terbaru bertajuk “Ada dan Tiada”. Menuru Irwan Risdianto, personel 21 Buck$, album yang berisi belasan lagu ini adalah album perdana bagi mereka.</p>
<p>“Lagu-lagunya hasil ciptaan saya semua, dan saya sendiri yang akan menyanyikan. Tapi, beberapa di antaranya, saya akan berkolaborasi dengan teman-teman yang lain, seperti Vina, Karin, Dniz, Edo, Adi serta grup hip hop LS Kru,” ujar Irwan saat ditemui di Kompleks Taman Setia Budi Indah (Tasbi), Medan.</p>
<p>Prestasi 21 Buck$ sendiri dalam setahun terakhir boleh dikatakan sangat fenomenal. Ini dibuktikan dengan sebuah lagunya berjudul “Benci Februari” berhasil bertengger di posisi pertama, dalam kategori lagu paling lama bertahan dalam tangga lagu Chart Kagum Radio Most FM Medan.</p>
<p>“Saya tidak menyangka, ternyata lagu ‘Benci Februari’ yang saya nyanyikan dengan Vina menjadi lagu terlama di acara tersebut. Sebenarnya tidak hanya itu saja, di beberapa radio lain, lagu ini juga sempat menjadi hit. Saya bersyukur, ternyata lagu-lagu saya dapat diterima teman-teman pecinta musik di Medan,” ujar Irwan, yang mengaku lagu tersebut merupakan hasil kolaborasi 21 Buck$ feat Vina.</p>
<p>Irwan menambahkan, dalam albumnya nanti ada dua buah lagu yang menjadi andalan. Pertama lagu berjudul “Selalu” yang dibawakan 21 Buck$ feat Dniz dan kedua, lagu berjudul “Dan Terjadi” dinyanyikan 21 Buck$ feat Vina. ”Dari sekitar dua belas lagu, yang menjadi andalan dua buah lagu,” tegasnya.</p>
<p>Disinggung mengenai warna musik dalam album perdana 21 Buck$, Irwan yang dikenal sebagai musisi aliran hip hop ini mengatakan, jika dalam album ini tidak ada aliran musik yang mendominasi. ”Lagu-lagu di dalam album ini nanti semuanya berbeda-beda aliran, ya… bisa dibilang anekaragamlah. Ada aliran hip-hop, pop, remix maupun RnB. Tapi yang pasti, untuk masalah tema, tidak jauh-jauh dari cinta,” papar cowok kelahiran  6 November 1975.</p>
<p>Alasan perbedaan warna musik ini jugalah yang membuat 21 Buck$ berkolaborasi dengan beberapa panyanyi lainnya. Karakter yang berbeda di antara para penyanyi akan menentukan lagu mana yang paling cocok untuk dibawakan. Di sinilah ternyata uniknya, 21 Buck$ yang hanya diisi oleh Irwan ternyata mampu berkolaborasi apik dengan penyanyi lain yang berbeda dengan karakternya sendiri.</p>
<p>“Mungkin karena album yang keluar nanti coraknya berbeda-beda, makanya 21 Buck$ kolaborasi dengan beberapa penyanyi yang memiliki karakter sendiri-sendiri. Salah satu contoh, misalnya kalau 21 Buck$ feat LS Kru kita akan membawakan aliran hip hop, begitu juga dengan yang lainnya,” terang Irwan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kedelai.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kedelai.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kedelai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kedelai.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kedelai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kedelai.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kedelai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kedelai.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kedelai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kedelai.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kedelai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kedelai.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kedelai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kedelai.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kedelai.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kedelai.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=19&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/21-buck-februari-launching-album-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25bc10526878dbe18c5041214f21120d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">karinrizky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/21buck-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">musik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Chickhen Adobo ala Romeo, “Hahamanga”</title>
		<link>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/21-buck-februari-launching-album/</link>
		<comments>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/21-buck-februari-launching-album/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 02:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>karinrizky</dc:creator>
				<category><![CDATA[KULINER]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/21-buck-februari-launching-album/</guid>
		<description><![CDATA[catatan ingot simangunsong Menu chickhen adobo (ayam adobo) ini, punya kisah tersendiri bagi Pimpinan Bank Indonesia Medan DR Romeo Rissal Panjialam MA. Saat melanjutkan studi di Manila, Filipina selama dua tahun, untuk menikmati makanan bercitarasa Indonesia sangat sulit didapati. Masakan apapun yang disajikan, sangat tidak pas dengan lidahnya. “Mereka (maksudnya warga Manila) makan nasi, tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=15&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/21-buck-februari-launching-album/makani/" rel="attachment wp-att-18" title="makani"><img src="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/27-juni-daenk-dapur-global-1f.jpg?w=450" alt="makani" /></a></p>
<p><a href="http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/21-buck-februari-launching-album/makan/" rel="attachment wp-att-16" title="makan"><img src="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/27-juni-daenk-dapur-global-1b.jpg?w=450" alt="makan" /></a></p>
<p><strong>catatan</strong><br />
<i>ingot simangunsong</i></p>
<p>Menu chickhen adobo (ayam adobo) ini, punya kisah tersendiri bagi Pimpinan Bank Indonesia Medan DR Romeo Rissal Panjialam MA. Saat melanjutkan studi di Manila, Filipina selama dua tahun, untuk menikmati makanan bercitarasa Indonesia sangat sulit didapati. Masakan apapun yang disajikan, sangat tidak pas dengan lidahnya.</p>
<p>“Mereka (maksudnya warga Manila) makan nasi, tapi dengan lauk yang rasanya hambar. Teman saya tidak melanjutkan studi karena tidak tahan dengan menu makan yang tidak ada rasa tersebut,” kenang Romeo.</p>
<p>Kebetulan di resto tempatnya biasa makan, Romeo menikmati masakan chickhen adobo. “Rasanya memang tidak cocok dengan lidah kita yang terbiasa dengan yang pedas-pedas. Namun saya yang sudah tidak asing dengan ayam, merasa tertantang untuk memberi sentuhan citarasa Indonesia,” kata Romeo saat mendemokan masakan itu di Garuda Café.</p>
<p>Didampingi Chef Daud dan disaksikan Managing Direktur Garuda Plaza Hotel Hendra Arby, protokoler BI Medan Junaidi, GM Garuda Plaza Hotel Razali Muchtar, Marketing Garuda Plaza Hotel Afwandi, dan Koordinator 	Food Bevarage Bambang, Romeo yang memang hobi memasak itu, terlihat tidak canggung untuk memulai. “Saya merasa senang bisa memasak. Kebetulan saya sejak kecil memang sudah senang memasak,” katanya.</p>
<p>Romeo dengan santai meminta chef Daud untuk mengukus potongan daging ayam selama 15-20 menit. Tentu saja setelah dibaluri garam secukupnya. “Kenapa harus dikukus, biar dagingnya melunak dan bumbu akan cepat meresap,” komentar Romeo yang mengaku ketika memodifikasi resep tersebut dengan citarasa Indonesia, ia harus membawa cabe rawit, lada hitam, kecap asin dan kecap manis dari Indonesia. Terakhir, ia tidak perlu repot karena di Filipina Selatan, ternyata cabai gampang didapat.</p>
<p>Romeo menggambarkan, di Manila masakan tersebut diolah dengan campuran bawang putih, bawang bombay, kecap asin, kecap manis dan cuka apel. “Untuk membuatnya sesuai dengan selera kita, saya kombinasikan dengan jeruk nipis menggantikan cuka, lada hitam, cabe rawit dan bir. Bumbunya menjadi terasa alami karena tidak dicampur dengan penyedap rasa,” ungkapnya.</p>
<p>Tidak lama untuk mempersiapkan menu tersebut menjadi sajian yang mengundang selera makan. Bersama kami nikmati hasil racikan tersebut. Sungguh terasa segar dan tidak bosan. Menurut Romeo, hasil kombinasi resep itu, juga disajikan sebagai hidangan khusus di resto di mana Romeo sering makan di Manila. “Biasanya chickhen adobo dimasak sesuai dengan pesanan agar terasa segar aromanya. Orang Manila selesai menikmatinya, berkata hahamanga…hahamanga,” kata Romeo sembari menjelaskan, hahamanga artinya pedas.</p>
<p><a href="http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/21-buck-februari-launching-album/makanya/" rel="attachment wp-att-21" title="makanya"><img src="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/27-juni-daenk-dapur-global-1e.jpg?w=450" alt="makanya" /></a></p>
<p><b>Chicken Adobo</b><br />
<i>(Ayam Adobo)</i></p>
<p>Menu yang berasal dari negeri Fhilipina ini dikombinasikan dengan racikan bumbu asli Nusantara disesuaikan selera lidah bangsa Indonesia tanpa penyedap rasa.</p>
<p>Bahan-bahan:</p>
<p>- 6 potong daging ayam buras/eropa atau ayam kampung (ambil bagian dada, punggung, dan paha)<br />
- 4 siung bawang putih,<br />
- cabe rawit secukupnya,<br />
- lada hitam 2 sendok teh<br />
- margarine 3 sendok teh,<br />
- minyak wijen 4 sendok the<br />
- kecap manis 3 sendok teh<br />
- jeruk nipis 1-2 buah,<br />
- bir 1 gelas kopi dan<br />
- air putir ½ gelas.</p>
<p>Cara memasaknya:</p>
<p>Terlebih dahulu dipersiapkan daging ayam yang digarami dan kemudian dikukus. Setelah 15-20 menit, ayam dikukus diangkat. Seterusnya, siapkan wajan (teflon), masukkan minyak margarine dan tumis bawang putih. Saat aromanya mulai terasa, masukkan  enam potong daging ayam tersebut. Setengah matang, masukkan lada, cabe rawit, kecap asin dan kecap manis. Lebih kurang 3 menit, masukkan bir putih, dan jangan lupa tuangkan ½ gelas air putih untuk kuahnya.</p>
<p>Setelah daging matang kurang lebih 10-20 menit, Ayam Adobo pun siap disajikan untuk  disantap bersama keluarga dan kerabat Anda.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kedelai.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kedelai.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kedelai.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kedelai.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kedelai.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kedelai.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kedelai.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kedelai.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kedelai.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kedelai.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kedelai.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kedelai.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kedelai.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kedelai.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kedelai.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kedelai.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=15&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/21/21-buck-februari-launching-album/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25bc10526878dbe18c5041214f21120d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">karinrizky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/27-juni-daenk-dapur-global-1f.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">makani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/27-juni-daenk-dapur-global-1b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">makan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kedelai.files.wordpress.com/2008/01/27-juni-daenk-dapur-global-1e.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">makanya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku</title>
		<link>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/aku/</link>
		<comments>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 17:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>karinrizky</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISIKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/aku/</guid>
		<description><![CDATA[by: ingot simangunsong Aku, pernah duduk di sudut jalan yang gelap menari-nari pada tuts-tuts ketidakbenaran berjalan pada lorong-lorong ketidakpastian bernafas bersama candu kemiskinan aroma tak sedap ke luar dari tenggorokan tapi, aku harus melakoninya dan tidak seorang pun peduli apalagi mengangkatku dari duduk berkepanjangan. Aku, pernah tertidur pulas dalam mimpi-mimpiku karena aku tidak punya kekuatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=12&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by: <i>ingot simangunsong</i></p>
<p>Aku, pernah duduk di sudut jalan yang gelap<br />
menari-nari pada tuts-tuts ketidakbenaran<br />
berjalan pada lorong-lorong ketidakpastian<br />
bernafas bersama candu kemiskinan<br />
aroma tak sedap ke luar dari tenggorokan<br />
tapi, aku harus melakoninya<br />
dan tidak seorang pun peduli<br />
apalagi mengangkatku dari duduk berkepanjangan.</p>
<p>Aku, pernah tertidur pulas dalam mimpi-mimpiku<br />
karena aku tidak punya kekuatan<br />
untuk berjalan di kehidupan nyata<br />
aku tidak tahu, harus tidur di pangkuan siapa<br />
karena ayah meradangkan luka<br />
karena ibu mengorek duka<br />
karena kekasih tak punya rasa<br />
karena hati sudah tercabik-cabik<br />
cabik-cabik, cabik-cabik<br />
dan tidak seorang pun peduli<br />
apalagi mengangkat luka dari hati-hati, hatiku.</p>
<p><b>medan, 22 agustus 2006</b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kedelai.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kedelai.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kedelai.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kedelai.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kedelai.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kedelai.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kedelai.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kedelai.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kedelai.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kedelai.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kedelai.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kedelai.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kedelai.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kedelai.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kedelai.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kedelai.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=12&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25bc10526878dbe18c5041214f21120d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">karinrizky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gadisku</title>
		<link>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/gadisku/</link>
		<comments>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/gadisku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 17:11:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>karinrizky</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISIKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/gadisku/</guid>
		<description><![CDATA[by: INGOT SIMANGUNSONG Gadisku, ketika nyanyian kehidupan menyinggahi usiamu kau menangis memecah keheningan malam kau sentakkan hati nuraniku akan dosa-dosa kau sentakkan sanubariku pada doa-doa kau sentakkan langkahku pada mimpi-mimpi kau bawa aku pada kenyataan, kau sudah dewasa! Gadisku, esok akan datang mempelai menyinggahi usiamu kau harus pahami betul makna sebuah kebersamaan kau harus selami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=11&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by: <em>INGOT SIMANGUNSONG</em></p>
<p>Gadisku,<br />
ketika nyanyian kehidupan menyinggahi usiamu<br />
kau menangis memecah keheningan malam<br />
kau sentakkan hati nuraniku akan dosa-dosa<br />
kau sentakkan sanubariku pada doa-doa<br />
kau sentakkan langkahku pada mimpi-mimpi<br />
kau bawa aku pada kenyataan, kau sudah dewasa!</p>
<p>Gadisku,<br />
esok akan datang mempelai menyinggahi usiamu<br />
kau harus pahami betul makna sebuah kebersamaan<br />
kau harus selami dengan benar arti tulang rusuk<br />
kau harus tekuni dengan baik tentang keistriaan<br />
tentang keibuan, tentang kepasrahan dan<br />
tentang nina boboan yang pernah kudendangkan.</p>
<p>Gadisku,<br />
kau belahan jiwaku, cantik manis seperti ibumu<br />
kau padukan pijakan kaki kita<br />
hadapi dunia ini sebagai duniamu.</p>
<p><strong>medan, 22 agustus 2006</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kedelai.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kedelai.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kedelai.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kedelai.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kedelai.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kedelai.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kedelai.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kedelai.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kedelai.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kedelai.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kedelai.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kedelai.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kedelai.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kedelai.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kedelai.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kedelai.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=11&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/gadisku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25bc10526878dbe18c5041214f21120d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">karinrizky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>betina jalang</title>
		<link>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/betina-jalang/</link>
		<comments>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/betina-jalang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 14:46:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>karinrizky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/betina-jalang/</guid>
		<description><![CDATA[by:ingot simangunsong aku berdiri dalam kesendirian yang hening menyesali dosa kemarin yang kugores bersama betina jalang itu. aku berdiri dalam kesepian yang mencekam menghitung berapa banyak hari-hariku yang hilang sia-sia dan berbuah kepedihan ada dupa, ada kemenyan, ada komat-kamit karena betina jalang itu memantikku. aku tidak berdaya pada kealpaanku dan betina jalang itu mencabik-cabik jiwaku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=10&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by:<em>ingot simangunsong</em></p>
<p>aku berdiri dalam kesendirian yang hening<br />
menyesali dosa kemarin<br />
yang kugores bersama betina jalang itu.</p>
<p>aku berdiri dalam kesepian yang mencekam<br />
menghitung berapa banyak hari-hariku<br />
yang hilang sia-sia dan berbuah kepedihan<br />
ada dupa, ada kemenyan, ada komat-kamit<br />
karena betina jalang itu memantikku.</p>
<p>aku tidak berdaya pada kealpaanku<br />
dan betina jalang itu mencabik-cabik jiwaku<br />
bersama dupa, dia ingin memenjarakan hatiku<br />
bersama kemenyan, dia ingin menguasai jiwa ragaku<br />
bersama komat kamit, dia ingin membunuhku<br />
<em>(dia lupa bahwa dia bukan yang berkuasa atas diriku<br />
karena istri dan anak-anakku adalah jawaban sehakikinya kasih sayang.)</em></p>
<p><strong>medan, 24 november 2006</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kedelai.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kedelai.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kedelai.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kedelai.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kedelai.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kedelai.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kedelai.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kedelai.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kedelai.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kedelai.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kedelai.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kedelai.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kedelai.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kedelai.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kedelai.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kedelai.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=10&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/betina-jalang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25bc10526878dbe18c5041214f21120d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">karinrizky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sujud aku</title>
		<link>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/sujud-aku/</link>
		<comments>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/sujud-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 14:42:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>karinrizky</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISIKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/sujud-aku/</guid>
		<description><![CDATA[Ingot Simangunsong sujud aku ya Allah mohon ampunan akan dosa-dosa yang kemarin mengiris kehidupan istri dan anak-anakku. sujud aku ya Allah mohon perlindungan akan imanku, taqwaku dan tawaqalku yang sempat kutelantarkan karena napsu. sujud aku ya Allah karena mata ini sudah tidak mampu menangis atas derita istri dan anak-anakku yang menetes karena rasa ego. sujud [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=9&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ingot Simangunsong</em></p>
<p>sujud aku ya Allah<br />
mohon ampunan akan dosa-dosa<br />
yang kemarin mengiris kehidupan istri dan anak-anakku.</p>
<p>sujud aku ya Allah<br />
mohon perlindungan akan imanku, taqwaku dan tawaqalku<br />
yang sempat kutelantarkan karena napsu.</p>
<p>sujud aku ya Allah<br />
karena mata ini sudah tidak mampu menangis<br />
atas derita istri dan anak-anakku<br />
yang menetes karena rasa ego.</p>
<p>sujud aku ya Allah<br />
karena sajadahlah sebaik-baiknya tempat untuk menyesali dosa-dosa<br />
ya Allah, wuduhku air mata istri dan anak-anakku<br />
luka hati mereka menjadi selimut kalbuku.</p>
<p>Ya Allah Ya Rahman Ya Rohim<br />
jauhkan hatiku<br />
dari nista berkepanjangan<br />
karena tangis istri dan anak-anakku<br />
menggelisahkan batinku.<br />
<em>(ya Allah, aku ingin tidur di pangkuan istri dan anak-anakku. mereka letih menangis karena nista dan nestapaku.)</em></p>
<p><strong>medan, 7 november 2006</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kedelai.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kedelai.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kedelai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kedelai.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kedelai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kedelai.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kedelai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kedelai.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kedelai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kedelai.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kedelai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kedelai.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kedelai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kedelai.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kedelai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kedelai.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kedelai.wordpress.com&amp;blog=2559805&amp;post=9&amp;subd=kedelai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kedelai.wordpress.com/2008/01/19/sujud-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25bc10526878dbe18c5041214f21120d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">karinrizky</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
